Gigi susu merupakan gigi pertama pada bayi, biasanya tumbuh pada umur 6 bulan. Perangkat gigi susu terdiri dari 20 buah gigi, yaitu 4 gigi seri, 2 gigi taring, dan 4 gigi geraham pada tiap rahangnya. Gigi susu diharapkan dapat tumbuh lengkap pada usia 2 tahun. Gigi seri bawah yang biasanya tumbuh pertama kali dan akan tanggal pada usia 6 tahun.
Showing posts with label Kesehatan Anak amp; Parenting. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan Anak amp; Parenting. Show all posts
Saturday, January 21, 2012
Tuesday, December 14, 2010
8 Tips Traveling Dengan Anak
December 14, 2010
8 Tips Traveling Dengan Anak, anak-anak, Kesehatan Anak amp; Parenting, Motherhood, naik pesawat, Parenting, tips anak
No comments
Terbang dengan anak-anak tidak harus membuat stress para ibu. Silahkan cek ke-8 tips perjalanan yang bagus berikut ini ya:
Tuesday, November 16, 2010
Perlukah Anak Diberi Antibiotik Setiap Kali Sakit?
November 16, 2010
antibiotik, Bakteri, bakteri resisten, infeksi, infeksi bakteri, infeksi virus, irasional, Kesehatan Anak amp; Parenting, rasional, Rational Use of Medicine, RUM, self limiting disease
No comments
Setiap orangtua pasti akan susah hatinya jika melihat anak-anaknya sakit. Ingin rasanya memindahkan sakit itu ke dirinya sendiri, supaya anaknya tidak merasakan penderitaan ketika sakit itu. Bahkan banyak orangtua yang merasa panik sehingga tidak dapat berpikir rasional tentang bagaimana tata cara penanganan anak sakit sesuai guideline yang benar.
Kebanyakan orangtua, terutama di Indonesia, terburu-buru langsung ke dokter, atau bahkan ke UGD, ketika anaknya sakit, demi meminta resep jitu dari dokter, yaitu ANTIBIOTIK. Padahal, rata-rata penyakit langganan anak-anak adalah disebabkan oleh virus, dan merupakan self-limiting disease, artinya penyakit yang dapat sembuh sendiri, dengan ketahanan (imunitas) tubuh si anak tersebut. Dan penggunaan antibiotik yang berlebihan pun bisa menjadi tindakan irrasional.
Wednesday, November 10, 2010
Kisah Sukses ASI dari Lalitpur India
November 10, 2010
ASI, ASI amp; MPASI, ASI eksklusif, India, kampanye ASI eksklusif, Kesehatan Anak amp; Parenting, kisah sukses ASI, Lalitpur, Oneasia Breastfeeding Partner Forum 7
No comments
Jakarta, Negara berkembang seperti Indonesia dan India paling banyak disuguhi iklan susu formula. Tapi ada contoh bagaimana gencarnya iklan susu formula dapat diredam dan malah meningkatkan para ibu yang mau menyusui.
Seperti yang terjadi di Lalitpur, India yang berhasil meningkatkan angka ibu menyusui bayi dan juga balitanya dengan menggunakan kekuatan komunitas lokal atau masyarakat.
Indonesia Jadi Target Besar Promosi Susu Pengganti ASI
November 10, 2010
ASI amp; MPASI, ASI eksklusif, iklan susu, indonesia, kampanye ASI eksklusif, Kesehatan Anak amp; Parenting, Oneasia Breastfeeding Partners Forum 7, promosi susu, susu formula, target iklan, UNICEF
No comments
Jakarta, Badan PBB untuk anak-anak, Unicef menilai Indonesia sebagai target utama penjualan susu formula. Agar bayi-bayi tetap memiliki kesempatan untuk mendapat ASI eksklusif, pemerintah perlu bertindak.
"Indonesia merupakan salah satu target dari perusahaan susu formula karena pangsa pasarnya yang prospektif. Dan ini adalah masalah yang serius sehinga butuh regulasi," ujar David Clark, pakar nutrisi dari Unicef (United Nations Children Fund) dalam acara Oneasia Breastfeeding Partners Forum 7, di Hotel Grand Flora Kemang, Selasa (9/11/2010).
Tuesday, November 9, 2010
18 Negara di Asia Minta Promosi Susu Pengganti ASI Dihentikan
November 09, 2010
AIMI, ASI, ASI amp; MPASI, breastfeeding, iklan susu, iklan susu dihentikan, Kesehatan Anak amp; Parenting, One Asia Breastfeeding Partners Forum 7, sufor, susu formula
No comments
Jakarta, Konsumsi susu formula sebagai pengganti ASI dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal ini menjadi keprihatinan banyak negara khususnya di Asia, sehingga muncul seruan bersama untuk menghentikan promosi susu pengganti ASI.
Peningkatan konsumsi susu formula pengganti Air Susu Ibu (ASI) juga terjadi di Indonesia. Survei Demografi dan Kesehatan di Indonesia (SDKI) mengungkap penggunaan susu formula naik dari 15 persen pada tahun 2003/2004 menjadi 30 persen pada tahun 2007.
Tuesday, October 19, 2010
20 Cara Hindari Kesalahan Medis – Bagian 2
October 19, 2010
hindari kesalahan medis, Kesehatan Anak amp; Parenting, konsumen kesehatan, Rational Use of Medicine, smart patient, tips berobat ke dokter
No comments
Semakin sering kita mendengar, betapa pihak pasien dirugikan oleh pihak layanan medis. Kesalahan medis terjadi bila sesuatu yang sudah direncanakan sebagai bagian dari terapi pasien, tidak seluruhnya membuahkan hasil. Atau rencana terapi dokter sudah salah sejak awalnya, sehingga merugikan pihak pasien.
Kesalahan medis dapat terjadi di bagian mana saja dari unit layanan medis, seperti rumah sakit, klinik, puskesmas, praktik dokter, rumah bersalin, atau di apotek, yang bisa menyangkut urusan obat, tindakan bedah, diagnosis, alat periksa, dan laboratorium.
Di bawah ini, adalah 10 cara praktis kedua agar kesalahan medis tidak terjadi. 10 cara pertama bisa dilihat disini.
Kesalahan medis dapat terjadi di bagian mana saja dari unit layanan medis, seperti rumah sakit, klinik, puskesmas, praktik dokter, rumah bersalin, atau di apotek, yang bisa menyangkut urusan obat, tindakan bedah, diagnosis, alat periksa, dan laboratorium.
Di bawah ini, adalah 10 cara praktis kedua agar kesalahan medis tidak terjadi. 10 cara pertama bisa dilihat disini.
Monday, October 18, 2010
20 Cara Hindari Kesalahan Medis – Bagian 1
October 18, 2010
hindari kesalahan medis, Kesehatan Anak amp; Parenting, konsumen kesehatan, Rational Use of Medicine, smart patient, tips berobat ke dokter
No comments
Semakin sering kita mendengar, betapa pihak pasien dirugikan oleh pihak layanan medis. Kesalahan medis terjadi bila sesuatu yang sudah direncanakan sebagai bagian dari terapi pasien, tidak seluruhnya membuahkan hasil. Atau rencana terapi dokter sudah salah sejak awalnya, sehingga merugikan pihak pasien.
Kesalahan medis dapat terjadi di bagian mana saja dari unit layanan medis, seperti rumah sakit, klinik, puskesmas, praktik dokter, rumah bersalin, atau di apotek, yang bisa menyangkut urusan obat, tindakan bedah, diagnosis, alat periksa, dan laboratorium.
Kami akan membagi dua artikel ini, hari ini kami membahas 10 cara praktis pertama agar kesalahan medis tidak terjadi. Dan bagian kedua bisa dilihat besok.
Kesalahan medis dapat terjadi di bagian mana saja dari unit layanan medis, seperti rumah sakit, klinik, puskesmas, praktik dokter, rumah bersalin, atau di apotek, yang bisa menyangkut urusan obat, tindakan bedah, diagnosis, alat periksa, dan laboratorium.
Kami akan membagi dua artikel ini, hari ini kami membahas 10 cara praktis pertama agar kesalahan medis tidak terjadi. Dan bagian kedua bisa dilihat besok.
Sunday, August 15, 2010
Mengatasi Batuk Pilek Secara Alami
August 15, 2010
alergi, anak batuk, anak pilek, anak sehat, batuk, batuk pilek, influenza, kesehatan anak, Kesehatan Anak amp; Parenting, mengatasi batuk pilek secara alami, no antibiotik, Rational Use of Medicine, RUM, virus
No comments
[caption id="" align="alignnone" width="342" caption="Anak Batuk"]
[/caption]
Siapa yang belum pernah terkena batuk pilek? Rasanya jarang ada
orang yang kebal batuk pilek. Penyakit ini mudah menyerang setiap
orang, tak pandang usia maupun jenis kelamin. Datangnya pun bisa
lebih dari sekali dalam setahun, terlebih pada anak-anak. Bagi
sebagian orang, penyakit ini malah sudah dianggap penyakit langganan
yang selalu datang setiap kali terjadi perubahan musim.
Batuk pilek beda dengan influensa
Biasanya gejala batuk pilek dimulai 2-3 hari setelah terjadinya
infeksi. Gejalanya sangat khas, yaitu bersin-bersin, hidung berair,
hidung tersumbat, batuk, suara serak. Hal itu bisa berlangsung
kurang lebih seminggu. Biasanya hanya 2-3 hari bila gejalanya
ringan, tapi bisa sampai 2 minggu bila gejalanya tergolong parah.
Namun bila sudah lebih dari 2 minggu gejala pilek belum hilang juga,
bisa jadi penyebabnya adalah alergi.
Siapa yang belum pernah terkena batuk pilek? Rasanya jarang ada
orang yang kebal batuk pilek. Penyakit ini mudah menyerang setiap
orang, tak pandang usia maupun jenis kelamin. Datangnya pun bisa
lebih dari sekali dalam setahun, terlebih pada anak-anak. Bagi
sebagian orang, penyakit ini malah sudah dianggap penyakit langganan
yang selalu datang setiap kali terjadi perubahan musim.
Batuk pilek beda dengan influensa
Biasanya gejala batuk pilek dimulai 2-3 hari setelah terjadinya
infeksi. Gejalanya sangat khas, yaitu bersin-bersin, hidung berair,
hidung tersumbat, batuk, suara serak. Hal itu bisa berlangsung
kurang lebih seminggu. Biasanya hanya 2-3 hari bila gejalanya
ringan, tapi bisa sampai 2 minggu bila gejalanya tergolong parah.
Namun bila sudah lebih dari 2 minggu gejala pilek belum hilang juga,
bisa jadi penyebabnya adalah alergi.
Subscribe to:
Posts (Atom)











